Rasa2nya ada perasaan tak enak nak masuk kerja hari ini. Mudah2an ini cuma firasat dan takkan terjadi apa2. Setiap hari aku cuma bisa berdoa semoga Allah memudahkan segala urusanku dalam perantauan ini. Tak apa lah postinga ini tak ada yg baca, syukur, lebih syukur tak ada yang komentar, hidup harus selalu bersyukur, mensyukuri apapun nikmat yg Allah beri.
Mungkin hari pertama agak menyenangkan, tp entah kenapa selalu waktu last kerja, rasanya mata ini tak sanggup membendung air yg hampir selalu jatuh, tp selalu kucoba bertahan bersabar, rasanya aku malu sama diri sendiri, kenapa aku tak bisa seperti yg lain, rasanya malu tiap kali last kerja aku adalah org langganan yg selalu kena marah, bagai caci maki itu buatku. Tp ku ingat lagi ini semua ujian yg harus kuhadapi, toh ini yg ku inginkan dr dulu yaitu menikmati indah pahitnya merantau. Ya harus kutelan mentah2 semua rasa malu itu. Tiap kali last kerja rasanya mau pulang, kadang terpikir tak apa lah tak ada uang yg penting batin tak tersiksa seperti ini. Tp kalau pulangpun di kampung susah cari kerja, org udh pd sukses dgn karir mereka aku msh jd pengangguran di kampung. Pingin rasanya punya uang banyak, buka usaha, tak apa tak ada pekerjaan seperti kawan2 ku yg lain, ada yg kerja di bank, rumah sakit, dll. Yg penting aku ada uang dan punya usaha sendiri, ada penghasilan dr usaha ku itu, pasti senangnya hidup. Beginilah nasib jd tki di negeri org. Kerja harus capai target, kalau tak bisa capai target siap2lah kena marah setiap hari, dan siap2lah untuk meneteskan air mata, aku perempuan lemah, setiap aku lemah aku cuma bisa menangis, aku tak tau kapan aku bisa kuat. Kuat menghadapi cobaan hidup yg selalu datang menghampiri.
Aku berdoa dan berharap kepada Allah SWT, semoga suatu hari nanti aku diberikan kebahagian yg kekal. Tak apa tak di kehidupan yg sekarang, mungkin akan ku dapatkan di kehidupan setelah matiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar