Hari ini sakitku udh genap seminggu. Bukan sakit yg sebenarnya sakit, maksudku sakitku tidak begitu parah, cuma batuk2 saja. Sekarang aku lagi sendiri di kamar (hostel/asrama untuk tki), semua pada keluar ada yang beli makan lah, ada yang jalan-jalan lah. Dalam bilik/kamar ada 8 orang, semua wataknya beda2, yg pertama: inisial aja ya?! Ada namanya si "N",si N ini orang nya pendiam tapi kadang suka ketawa sendiri, etteteteetet, bukan gila, dia ketawa sendiri pas liat video-video lucu di hapenya. Orangnya baik, lemah lembut, dia udh punya anak, status dia sekarang aku gak tau ntah janda ntah msh istri org. I dont know.
Yang kedua ada namanya si "S", S ini orgnya pertama aku sampe sini dia sih baik, tp lama2 nampak sifat aslinya, aku gak suka liat dia, orangnya suka nyindir2 orang, diblakang suka merendahkan orang lain, gak suka sama yg beda iman, saling menghargai emg kenapa sih? Dia statusnya janda. Ada lagi yg gak ku suka dari dia, suka ngatain orang bodoh, merasa sok pintar dia, orang lain yang pintar aja gak sok. Aku rasa si S ini orang nya sombong, emg sih ku liat dia banyak uangnya, apa karna itu? Merasa dia yg paling banyak uangnya trus dia harus bersikap sok/sombong? Dia juga cerewet, tp dia kadang2 baik kok, tp gak slamanya. Ntahlah.
Yang ke tiga namanya si "D", orangnya cantik, cuma agak gendut sedikit. Si D ini org nya gak banyak ngomong, tp kalo udh ngomong aku tau dia sepatutnya dibilang orang yang cerdas lah, dia ngomong pas waktu yang tepat, dia gak suka ngomong yg gak penting, aku suka dia, suka bukan berarti lesbian ya??? Suka dengan sikap dan perilaku dia. Oke??!
Yang ke empat namanya si "R". R ini juga pendiam, tp kalo udh ngomong, menurutku dia sok berkuasa itu aja yg ku tau.
Yang ke lima namanya si "L", ini yg jelas bukan aku ya. Ini statusnya janda anak 1. Si L ini orgnya havefun, bawaan dia selalu enjoy, aku suka cara hidup dia, walopun udh punya anak tapi penampilannya masih oke kayak anak abg trus. Dia kocak. Tp dia nampak dewasa kalo udh ngomong bahasa daerah (aceh). Yg ke enam namanya "RM", orangnya lebih tua dr aku 3/4 tahun, RM ini orangnya banyak ngomong, suka ketawa, makanya mukanya awet muda, dia suka cerita2 hal2 yang gak penting, dan selalu harus di dengerin tiap kali dia cerita, tapi timenya aku mau cerita dia selalu potong pembicaraan. Rada-rada egois sih menurutku, tapi gak papa-lah dia orangnya baik, dewasa juga iya.
Yang ke tujuh namanya si "M", M ini orngnya lemah lembut, tp di blakang aku gak tau asli dia gimana, dia orangnya gak terbuka sedikitpun. Dia cantik, badannya imut. Kecil2 tp pas untuk sebaya dia.
Padahal tujuanku mau cerita tentang sakitku ini yang gak sembuh-sembuh, tp kenapa aku jadinya mengupat ya.?? Helehhedeh. Yasudahlah, biarlah tulisan ini bercampur-campur. Pingin rasanya beli laptop, disini di perantauan ini aku selalu ngetik pake hape nokia C3, rasanya jempolku penyot sudah, karna kelamaan ngetik. Pegel juga iya. Kan enak kalo ada laptop, wlopun gak bisa ngetik 10 jari seenggaknya jempol gak pegel, kadang2 tanganpun jadi kesemutan karna gak ada pergerakan bebas. Tapi apa daya dan upayaku. Gaji disini hanya cukup untuk makan. Paling bisa ngirim cuma satu juta. Selebihnya abis untuk makan. Sangat2 mahal biaya hidup di malaysia. Apalagi ini KL. Ibukotanya malaysia. Yasudahlah. Hari ini cukup di sini dulu ya , sampai jumpa lagi. Ada yg komen gak ya? Ngarep
Rabu, 01 April 2015
Jumat, 20 Maret 2015
Masuk kerja lagi
Rasa2nya ada perasaan tak enak nak masuk kerja hari ini. Mudah2an ini cuma firasat dan takkan terjadi apa2. Setiap hari aku cuma bisa berdoa semoga Allah memudahkan segala urusanku dalam perantauan ini. Tak apa lah postinga ini tak ada yg baca, syukur, lebih syukur tak ada yang komentar, hidup harus selalu bersyukur, mensyukuri apapun nikmat yg Allah beri.
Mungkin hari pertama agak menyenangkan, tp entah kenapa selalu waktu last kerja, rasanya mata ini tak sanggup membendung air yg hampir selalu jatuh, tp selalu kucoba bertahan bersabar, rasanya aku malu sama diri sendiri, kenapa aku tak bisa seperti yg lain, rasanya malu tiap kali last kerja aku adalah org langganan yg selalu kena marah, bagai caci maki itu buatku. Tp ku ingat lagi ini semua ujian yg harus kuhadapi, toh ini yg ku inginkan dr dulu yaitu menikmati indah pahitnya merantau. Ya harus kutelan mentah2 semua rasa malu itu. Tiap kali last kerja rasanya mau pulang, kadang terpikir tak apa lah tak ada uang yg penting batin tak tersiksa seperti ini. Tp kalau pulangpun di kampung susah cari kerja, org udh pd sukses dgn karir mereka aku msh jd pengangguran di kampung. Pingin rasanya punya uang banyak, buka usaha, tak apa tak ada pekerjaan seperti kawan2 ku yg lain, ada yg kerja di bank, rumah sakit, dll. Yg penting aku ada uang dan punya usaha sendiri, ada penghasilan dr usaha ku itu, pasti senangnya hidup. Beginilah nasib jd tki di negeri org. Kerja harus capai target, kalau tak bisa capai target siap2lah kena marah setiap hari, dan siap2lah untuk meneteskan air mata, aku perempuan lemah, setiap aku lemah aku cuma bisa menangis, aku tak tau kapan aku bisa kuat. Kuat menghadapi cobaan hidup yg selalu datang menghampiri.
Aku berdoa dan berharap kepada Allah SWT, semoga suatu hari nanti aku diberikan kebahagian yg kekal. Tak apa tak di kehidupan yg sekarang, mungkin akan ku dapatkan di kehidupan setelah matiku.
Mungkin hari pertama agak menyenangkan, tp entah kenapa selalu waktu last kerja, rasanya mata ini tak sanggup membendung air yg hampir selalu jatuh, tp selalu kucoba bertahan bersabar, rasanya aku malu sama diri sendiri, kenapa aku tak bisa seperti yg lain, rasanya malu tiap kali last kerja aku adalah org langganan yg selalu kena marah, bagai caci maki itu buatku. Tp ku ingat lagi ini semua ujian yg harus kuhadapi, toh ini yg ku inginkan dr dulu yaitu menikmati indah pahitnya merantau. Ya harus kutelan mentah2 semua rasa malu itu. Tiap kali last kerja rasanya mau pulang, kadang terpikir tak apa lah tak ada uang yg penting batin tak tersiksa seperti ini. Tp kalau pulangpun di kampung susah cari kerja, org udh pd sukses dgn karir mereka aku msh jd pengangguran di kampung. Pingin rasanya punya uang banyak, buka usaha, tak apa tak ada pekerjaan seperti kawan2 ku yg lain, ada yg kerja di bank, rumah sakit, dll. Yg penting aku ada uang dan punya usaha sendiri, ada penghasilan dr usaha ku itu, pasti senangnya hidup. Beginilah nasib jd tki di negeri org. Kerja harus capai target, kalau tak bisa capai target siap2lah kena marah setiap hari, dan siap2lah untuk meneteskan air mata, aku perempuan lemah, setiap aku lemah aku cuma bisa menangis, aku tak tau kapan aku bisa kuat. Kuat menghadapi cobaan hidup yg selalu datang menghampiri.
Aku berdoa dan berharap kepada Allah SWT, semoga suatu hari nanti aku diberikan kebahagian yg kekal. Tak apa tak di kehidupan yg sekarang, mungkin akan ku dapatkan di kehidupan setelah matiku.
Langganan:
Postingan (Atom)